Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis, yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Hal tersebut yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversity atau negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar.  Meskipun daratan Indonesia hanya menutupi 1,3% dari permukaan Planet Bumi, menurut WWF, secara global negara kita merupakan rumah bagi 12% mamalia, 16% reptil dan amfibi, 17% burung, 10% tanaman berbunga, serta 25% spesies ikan.

Indonesia juga menjadi tempat hidup berbagai jenis satwa endemik, atau satwa yang hanya dapat dijumpai di Indonesia saja.  Jumlah mamalia endemik di Indonesia sebesar 259 jenis, kemudian burung 384 jenis, dan ampibi 173 jenis (IUCN, 2013).  Dengan jumlah sebanyak itu, maka keberadaan satwa endemik ini sangat penting untuk kita jaga, karena jika satwa –satwa endemik tersebut punah, maka artinya satwa-satwa  yang ada di Indonesia tersebut tidak dapat dijumpai lagi bahkan di seluruh dunia.

Secara umum penyebab turunnya populasi spesies yaitu akibat aktivitas manusia.  Ada dua hal yang menjadi faktor utama, yaitu rusaknya habitat satwa liar dan perburuan satwa liar.  Rusaknya kawasan hutan serta semakin berkurangnya luas hutan Indonesia, mengakibatkan habitat satwa liar akan terganggu, karena hutan merupakan habitat alami bagi mereka.  Banyaknya alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian, industri, dan lainnya menjadi ancaman yang cukup serius bagi kelestarian satwa, termasuk satwa langka seperti orang utan, harimau sumatera, badak sumatera, dan gajah sumatera.  Hal ini pula yang mengakibatkan banyak konflik yang terjadi antara satwa dan manusia.  Sering kali, satwa dianggap sebagai hama atau pengganggu, padahal kita lah sebagai manusia yang telah mengganggu habitat mereka, namun banyak yang belum menyadari akan hal ini.  Perburuan satwa liar juga menjadi penyebab kepunahan spesies tersebut.  Kurang tegasnya penegakan hukum serta kurangnya pengawasan mengakibatkan perburuan semakin marak terjadi.

Lingkungan dan satwa merupakan salah satu kesatuan elemen ekosistem yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena jika salah satu diantaranya rusak atau hilang, maka keseimbangan ekosistem akan terganggu.  Satwa memiliki peran yang cukup penting dalam lingkungan.  Peran satwa terhadap lingkungan seperti, satwa sebagai pengendali keseimbangan rantai makanan, contohnya sederhana yaitu ketika populasi ular semakin berkurang, maka akan mempengaruhi jumlah populasi elang, serta jumlah tikus akan semakin meningkat, sehingga tikus akan menjadi hama bagi petani padi.  Peran lainnya seperti satwa sebagai spesies kunci atau flagship spesies, yaitu satwa yang menjadi ikon.  Keberadaannya mampu memberikan pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya, meningkatkan kesadartahuan, dan dukungan bagi upaya konservasi dalam skala luas. Misalnya, harimau, gajah, badak, penyu dan orangutan.  Selain itu kekayaan satwa Indonesia merupakan suatu hal yang tidak ternilai harganya, kekayaan satwa di Indonesia menjadi sumber ilmu pengetahuan dunia serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.  Oleh karena itu, kita harus menjaga, melindungi, serta ikut serta melestarikan keberadaan satwa liar.

Tulisan oleh: Agung Adeiv Fara Fernando