Peran Penting Harimau Jawa dalam Keseimbangan Ekosistem Jawa

/Peran Penting Harimau Jawa dalam Keseimbangan Ekosistem Jawa

Peran Penting Harimau Jawa dalam Keseimbangan Ekosistem Jawa

Sumber daya alam adalah unsur-unsur hayati yang terdiri dari sumber daya alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (satwa) dengan unsur non hayati di sekitarnya yang secara keseluruhan membentuk ekosistem. Sumber daya alam flora, fauna dan ekosistemnya memiliki fungsi dan manfaat serta berperan penting sebagai unsur pembentuk lingkungan hidup yang kehadirannya tidak dapat digantikan. Tindakan tidak bertanggungjawab akan mengakibatkan kerusakan, bahkan kepunahan flora, fauna dan ekosistemnya. Kerusakan ini menimbulkan kerugian besar yang tidak dapat dinilai dengan materi, sementara itu pemulihannya tidak mungkin kembali semula. Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, konservasi (sumber daya alam hayati) adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keaekaragaman dan nilainya. Oleh karena itu sumber daya tersebut merupakan modal dasar bagi kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia harus dilindungi, dipelihara, dilestarikan dan dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan batasbats terjaminnya keserasian, keselarasan dan keseimbangan.

Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris) Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya. Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam. (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kimia atau transformasi fisik.

Strategi pelestarian nasional memberi ringkasan mengenai sumber daya alam terpulihkan dari negara tersebut yang berkenaan dengan ekosistem, sumber daya genetik, sistem produksi alami (hutan margasatwa, perikanan) hidrologi dan kawasan tangkapan air, ciri-ciri estetika dan geologi, situs budaya dan potensi rekreasi. Juga perlu diidentifikasi bagaimana suatu bangsa ingin menggunakan sumber daya alamnya serta pola desain tata guna lahan yang akan tetap menjaga ketersediaan sumber daya alam secara umum memaksimalkan manfaat jangka panjang dalam batas-batas yang ditentukan oleh kebutuhan spesifik negara tersebut, seperti ruang untuk hidup, lahan pertanian, hasil hutan, ikan, energi dan industri. Strategi ini biasanya berupa keputusan untuk menetapkan atau mempertahankan suatu sistem nasional kawasan yang dilindungi, lebih disukai bila mencakup beberapa kategori kawasan dengan tujuan pengelolaan yang berbeda.

Sebelum membahas konservasi harimau jawa kita sedikit membuka sejarah pada masa purba. Pada masa lalu, gunung bromo adalah gunung berapi super besar yang disebut gunung bromo purba yang nama gunung ini jauh lebih dan tinggi dari gunung semeru sebagai gunung tertinggi dipulau jawa saat ini. Pada saat itu letusan begitu dahsyat sehingga menyebabkan sebagian tubuhnya terpotong berhamburan yang sekarang menjadikan tempat yang dikenal sebagai lautan pasir bromo. Untuk memahami asal-usul harimau terbesar didunia, besar kemungkinan bahwa setiap kelompok harimau diatas tidak satu sama lain. Contohnya spesies harimau pada letusan toba kemungkinan besar telah punah, yang digantikan oleh gelombang migrasi harimau yang lain dari daratan Asia. Jadi sekali lagi mereka bisa jadi harimau yang sama sekali berbada yang berasal dari daratan yang berbeda pada waktu yang berbeda. Berasal dari daratan Asia menggantikan harimau jenis sebelumnya yang kemungkinan punah karena bencana tersebut. Tetapi harimau jawa memiliki pola loreng diwajah yang paling tidak teratur  (irregular) terutama daerah diatas hidung mereka. Pola yang masih primitif atau kurang sempurna dibandingkan dengan harimau lain yang polanya tegas dan jelas. Selain itu harimau jawa juga mempunyai pola yang loreng yang khas ditubuhnya berupa garis-garis tipis yang rapat yang kadang jarang bercabang.

Harimau jawa tercatat menghuni hutan-hutan dataran rendah, hutan belukar, dan mungkin pula berkeliaran hingga ke kebun-kebun wanatani di sekitar perdesaan, karena pernah pada masanya hewan ini dianggap sebagai hama sehingga banyak diburu atau diracun orang. Wilayah jelajahnya tidak melebihi ketinggian 1.200 mdpl. Namun, ukuran taman ini terlalu kecil dan mangsa harimau terlalu sedikit. Pada tahun 1950-an, ketika populasi harimau jawa hanya tinggal 25 ekor, kira-kira 13 ekor berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Penelitian terakhir tentang keberadaan harimau jawa dilakukan selama 1 tahun, yaitu sejak tahun 1999-2000. Survei selama 12 bulan ini berlangsung di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur, atas permintaan langsung kepala taman nasional, Indra Arinal, dan didukung oleh Direktur Konservasi Flora dan Fauna, Ir. Koes Saparjadi, karena adanya laporan dari beberapa orang staf taman nasional serta warga setempat yang menduga bahwa harimau jawa masih ada. Dugaan penampakan lain terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada bulan Januari 2009. Beberapa warga mengaku telah melihat harimau betina dengan dua anaknya berkeliaran di dekat sebuah desa yang berdekatan dengan Gunung Lawu. Berita ini memicu kepanikan massal. Pemerintah setempat menemukan beberapa jejak segar di lokasi. Namun, pada saat itu, hewan-hewan yang dimaksud sudah lenyap.

Penangkapan harimau bermasalah dengan jerat bahkan sampai membunuh satwa tersebut. Selain itu, penangkapan harimau bermasalah oleh oknum masyarakat tertentu sering disalah gunakan untuk melakukan perburuan dan perdagangan harimau secara liar. Kondisi ini bila tidak segera ditangani, dapat terjadi tindakan berulang-ulang dan dianggap benar. Peran harimau dalam ekosistem harimau sebagai spesies kunci menjadi indikator kelangsungan dan pertahanan ekosistem. Harimau adalah pemangsa paling puncak dalam rantai makanan. Satwa ini dapat berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Harimau juga mempunyai peran melindungi kelestarian dan menyelamatkan kehidupan hewan liar lainnya yang pada akhirnya kesejahteraan manusia pun dapat terjaga.

Tulisan oleh: Ranika Erlangga

Ilustrasi gambar: https://i.ytimg.com/vi/c8YFnRHpGqM/maxresdefault.jpg

By | 2018-04-15T19:23:38+00:00 April 7th, 2018|Categories: esai, harimau jawa|Tags: , , , , , , , , , , , |Comments Off on Peran Penting Harimau Jawa dalam Keseimbangan Ekosistem Jawa
%d bloggers like this: