Populasi hewan langka yg semakin berkurang salah satu masalah yang harus diperhatikan.  Berdasarkan International Union For Conversation of Nature,  kepunahan spesies sedang terjadi diperkirakan 1.000 kali lebih cepat dibandingkan dengan yang seharusnya.  Hal ini disebabkan oleh banyaknya masalah seperti kerusakan habitat,  perubahan iklim,  perdagangan ilegal dan lainnya.

Berdasarkan World Wildlife Fund,  diketahui perdagangan hewan oleh para pemburu terus meningkat sehingga telah menjadi krisis yang mengancam kelangsungan hidup banyak spesies.  Para pemburu yang biasanya berasal dari masyarakat miskin melakukan perdagangan hewan dikarenakan banyaknya permintaan hewan-hewan tersebut. Hal ini adalah kedua terbesar setelah perusakan habitat dalam ancaman terhadap kelangsungan hidup spesies.

Hal itu mengakibatkan kerusakaan keanekaragaman hayati dan juga degradasi pada eksositem yang ada. Demikian pula dengan masalah tentang banyaknya hewan-hewan di seluruh dunia yang mengalami ancaman kepunahan.  Sebnyak 8.462 jenis spesies dinyatakan terancam punah termasuk mamaillia, reptil, serangga, ikan dan amphibi (BBC, 2009)

Berdasarkan BBC 2009, banyak sekali spesies hewan yang dinyatakan terancam salah satunya adalah Harimau Jawa (P. T Sondaica) . Harimau Jawa merupakan salah satu sub spesies harimau dari 3 sub spesies yang ada di indonesia.  Kedua sub spesies yg lainnya adalah Harimau Bali dan Harimau Sumatera

Union of Conversation for Nature (IUCN)  menetapkan status Harimau Jawa dari level sangat rentan menjadi punah pada 1970. Harimau Jawa merupakan sub spesies yang memiliki postur tubuh lebih besar dari Harimau Bali.  Harimau Jawa tercatat menghuni hutan-hutan dataran rendah , hutan belukar dan mungkin pula berkeliaran hingga ke kebun-kebun di sekitar pedesaan.

Punahkah harimau jawa?

Meskipun status Harimau Jawa telah punah oleh IUCN kepunahan Harimau Jawa masih menjadi perdebatan oleh sebagian kalangan.  Mereka percaya jika Harimau Jawa masih ada dan belum punah.  Sesekali laporan tidak resmi dari warga bahwa Harimau Jawa masih muncul dan warga percaya bahwa Harimau Jawa masih ada

Pada November 2008, sebuah jasad wanita ditemukan di Taman Nasional Gunung Merbabu Jawa Tengah yang diduga meninggal karena serangan Harimau. Dan pada letusan Gunung Merapi tahun 2010 dua warga Indonesia meNgklaim penampakan dari bekas cakar kucing besar di abu sisa letusan Gunung Merapi.

Dan yg lebih terbaru pada Juli 2018 beberapa Mahasiswa Pecinta Alam terlibat sebagai peserta ekspedisi menjemput Harimau Jawa.  Ekspedisi tahun 2018 kata Didik selaku pemerhati Harimau Jawa “berangkat dari kabar keberadaan satu individu yg diduga harimau jawa yg tertangkap jepretan kamera pada September 2017 di TNUK”.  Selama ini ada dilema mengenai cara bijak memahami fenomena Harimau Jawa.  Pertama “informasi kepunahan tetap diterima meski tanda tanda keberadaannya masih dijumpai di alam”. Kedua “informasi itu dikumpulkan sebagai bahan rujukan dengan tujuan mendorong pemerintah untuk mengembangkan penelitian lebih dalam mengenai kebenaran kepunahan Harimau Jawa. “ terang Didik.

Membuktikan kebenaran dan keberadaan secara ilmiah memang tidaklah mudah.  Diperlukan upaya dan kerjasama dari berbagai pihak untuk  terus mengumpulkan data-data dan bukti-bukti mengenai keberdaan Harimau Jawa.  Semakin banyak orang yang peduli dan ikut andil dalam menemukan jejak Harimau Jawa maka semakin banyak pula bukti-bukti terkumpul untuk membuktikan bahwa Si Harimau Jawa belum punah dan masih ada di alam.

Tulisan: Hendra Irawan
Ilustrasi Gambar: https://www.youtube.com/watch?v=80_CvqZbyFo