Home 2018-06-25T11:39:17+00:00

Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia – Menjemput Harimau Jawa

Perdebatan masih atau tidaknya Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) terus bergulir sejak IUCN menetapkannya terancam punah dan dinyatakan punah pada tahun 1973. Pernyataan selanjutnya didukung oleh WWF pada tahun 1996 setelah melakukan penelitian di TN Merubetiri dengan menggunakan kamera penjebak system injak.

Ekspedisi Harimau Jawa Kelompok Pencinta Alam pada tahun 1997 di TN Meru Betiri telah mengindikasikan Harimau Jawa belum punah. Berbagai temuan terdokumentasikan memperkuat bebagai data dan informasi keberadaan Harimau Jawa. Baik yang bersumber dari masyarakat pinggiran hutan, petugas pemerintah pengawas hutan, TNI, peneliti maupun pemburu binatang liar yang juga menemukan bukti-bukti keberadaan Lodaya atau Gembong.

Berbagai temuan perjalanan selama lebih dari 20 tahun memperkuat keberadaan Harimau Jawa. Temuan-temuan tersebut terdokumentasikan melalui foto, cetak jejak memalui media gips, data rambut, fases maupun catatan-catatan lapang, buku dll.

Beberapa temuan keberadaan Harimau Jawa di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon

2017 – Perjumpaan langsung bapak TNI di TNUK

2009 – Jejak kaki berukuran 16×14 cm oleh UKF-IPB

1991 – Jejak kaki diameter 15 cm oleh Jagawana TNUK

Beberapa temuan keberadaan Harimau Jawa di kawasan Taman Nasional Meru Betiri

2016 – Jejak berukuran 12 x 14 cm oleh PKJ

2004 – Jejak berukuran 14 x 16 cm oleh PEH TNMB

2004 – Feses berdiameter 7 cm oleh Penduduk lokak sanen

1998 – Feses berdiameter 6 cm oleh Jagawana TNMB

1997 – Jejak berukuran 17 x 18 cm oleh Tim PL Kapai

Cakaran

Feses

Kulit

Kulit Misai

Bergabung dengan kampanye ini!

DAFTAR SEKARANG!
DONASI SEKARANG!

Galeri Foto

Tim Inisiator Ekspedisi

Ekspedisi pencinta alam menjemput harima jawa TNUK 2018 di inisiasi oleh tim ahli dan berpengalaman

Didik Raharyono, S.Si

Peduli Karnivor Jawa

Tim Ekspedisi harimau Jawa dalam kegiatan Pendidikan Lingkungan Untuk Kelompok Pecinta Alam Indonesia & Ekspedisi Meru Betiri  tahun 1997

Direktur Peduli Karnivor Jawa, Cirebon, Jawa Barat

Koordinator Divisi Flora-Fauna, Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan, Kudus, Jawa Tengah

Konsultan Mamalia di PT. Ekologika Consultant. Jakarta (Mei 2013 – September 2017)

Pemateri Sarasehan Harimau jawa di Balai TN Meru Betiri: “Perjalanan Penelusuran Jejak Harimau Jawa 1997-2013”. 27 Desember 2013

Penulis Buku “BERKAWAN HARIMAU BERSAMA ALAM”, 2002

DR. Ir. Eko Teguh Paripurno, MT

Kappala Indonesia

Pendiri Perkumpulan Komunitas Pencinta Alam Pemerhati Lingkungan (KAPPALA) Indonesia

Direktur Pusat Penelitian Penanggulangan Bencana Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta

Koordinator Program Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta

Konsultan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Unsur Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP PB)

Siti Maimunah, M. Kesos

Kappala Indonesia

Pemateri dan tim Ekspedisi harimau Jawa dalam kegiatan Pendidikan Lingkungan Untuk Kelompok Pecinta Alam Indonesia & Ekspedisi Meru Betiri tahun 1997

Badan Pengurus dan peneliti Sajogyo Institute

Mantan Koordinator Nasional JATAM (Jaringan Advokasi Tambang)

Koordinator Tim Kerja Perempuan dan Tambang (TKPT)

Hasto Wahyudi

Astacala Foundation

Tim Ekspedisi harimau Jawa dalam kegiatan Pendidikan Lingkungan Untuk Kelompok Pecinta Alam Indonesia & Ekspedisi Meru Betiri  tahun 1997

Anggota Astacala sejak 1992

Anggota Pembina Astacala Foundation sejak 2017

Sofyan Eyanks

Perhimpunan Sanggabuana

Panitia dan Tim Ekspedisi harimau Jawa dalam kegiatan Pendidikan Lingkungan Untuk Kelompok Pecinta Alam Indonesia & Ekspedisi Meru Betiri tahun 1997

Direktur Perhimpunan Sanggabuana

Expert of disaster risk reduction and climate change adaptation Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur

Environment Expert and roadmaps team for development of the Islamic–environment sector Kementrian Agama

Evaluator of PRESTASI (Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah Terintegrasi) project Yayasan Sayangi Tunas Cilik

consultant of renewal contingency plant documents 2018/2019 in Province level-DKI Jakarta Province, joint program of BPBD DKI Jakarta Wahana Visi Indonesia

Artikel Terbaru

Pentingnya Manajemen Perjalanan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018

Wartapalaindonesia.com, EKSPEDISI - Selepas pembukaan, agenda hari pertama materi pembekalan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 "Menjemput Harimau Jawa" dimulai di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Jaya, Pandeglang, [...]

Pembukaan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 – Menjemput Harimau Jawa

Peserta Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 "Menjemput Harimau Jawa" melakukan foto bersama di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon

Ketika Mangrove Hilang dan Manusia Tak Berdaya

Ekosistem Mangrove merupakan ekosistem yang penting diantara daratan dan lautan atau disebut juga dengan ekoton. Mangrove hidup dengan substrat lumpur dan berada pada zona intertidal atau pasang surut air laut

Pelestarian Hutan Indonesia

Semakin meningkatnya pemanasan global pada abad ke 21 ini, kebutuhan akan adanya hutan sebagai sistem penyangga kehidupan dan pengatur suhu bumi semakin meningkat dan sangat  dibutuhkan

Urgensi Deforestasi di Indonesia

Indonesia memiliki kondisi alam yang heterogen dan merupakan pemilik hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia. Terutama di pulau Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi

Urgensi Konservasi Wisata Alam di Provinsi Lampung

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki taman nasional. Disebutkan sebelumnya bahwa taman nasional diadakan sebagai perwujudan dari kawasan pelestarian alam

Galeri Instagram

Follow akun instagram kami untuk mendapatkan update lebih cepat

Partner Kami

Partner kami terdiri dari organisasi dan instansi peduli lingkungan yang mendukung kegiatan ekspedisi